10 Obat Praxion yang Sempat Aman dan Dilarang oleh BPOM

Obat Praxion

Obat Praxion adalah merek obat yang memiliki kandungan paracetamol, untuk bayi dan anak-anak. Obat ini memiliki berbagai varian suspensi, forte, dan drops. Karena mengandung banyak paracetamol, Praxion obat ini dapat menurunkan demam dan nyeri. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM melarang orang memproduksi dan distribusi obat praxion.

Obat Praxion, menjadi sorotan setelah terjadi kasus gagal ginjal akut alias ganguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya sempat memasukan obat praxion ke dalam daftar obat yang sangat aman dan dapat dikonsumsi.

Terdapat tiga obat praxion yang masuk ke dalam daftar obat terlarang. Izin produksi ketiga obat itu di peroleh PT Pharos Indonesia dan semuanya disebut sebagai obat demam anak. Berikut ketiga produk tersebut:

  1. Praxion – Paracetamol 100 mg/ml
  2. Praxion – Paracetamol 120 mg/ml
  3. Praxion Forte – Paracetamol 250 mg/ml

Obat Praxion Buat Apa?

Obat Praxion anak

Obat Praxion ini masuk dalam daftar obat yang bebas di edarkan dan aman, obat ini dirilis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan untuk terkait kasus gagal ginjal akut pada anak. Obat ini di rilis oleh BPOM dan dikeluarkan pada 30 Desember 2022.

BPOM merilis daftar tambahan obat 176 sirup dan telah memenuhi ketentuan pada 29 Desember 2022. Praxion adalah obat yang mengandung paracetamol dan banyak diproduksi oleh Pharos Indonesia. Praxion ini sering digunakan orang untuk meringankan rasa sakit dan demam ringan.

Praxion ini dapat menimbulkan interaksi jika anda gunakan dengan obat lainnya. Berikut ini adalah beberapa gejala dari obat ini :

  • Peningkatan resiko perdarahan jika digunakan bersamaan dengan warfarin.
  • Obat dilarang di gunakan bagi penderita penyakit ginjal.
  • Dapat menurukan kadar paracetamol jika digunakan bersamaan dengan carbamazepine, colestiramine, phenobarbital, phenytoin, atau primidone.
  • Peningkatan resiko efek samping obat busulfan.
  • Paracetamol akan meningkat jika digunakan bersamaan dengan metoclopramide, domperidone, chloramphenicol, atau probenecid.
  • Peningkatan resiko kerusakan hati jika digunakan dengan obat isoniazid.

Selain itu, ada juga resiko efek samping yang lebih serius, meliputi:

  • Bisa alergi, seperti ruam, gatal, gatal-gatal, dan wajah, bibir, atau lidah bengkak
  • Sakit tenggorokan disertai demam
  • Pembengkakan
  • Suara serak
  • Sulit bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik
  • Dapat merusak hati
  • Reaksi Hipersensitifitas

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat praxion adalah sebagai berikut :

  • Ketika anda menggunakan obat praxion anda harus berhenti ketika merasa terkena gejala awal seperti alergi seperti gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati agar pasien yang mempunyai penyakit asma tidak meninggal.
  • Paracetamol diketahui rilis bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Obat ini adalah pilihan pertama untuk pereda nyeri dan penurun panas bagi ibu menyusui, namun jika anda ragu anda bisa berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter jika anda ingin menggunakan obat praxion (paracetamol).

Praxion Dituding Sebagai Penyebab Kasus Baru Gagal Ginjal

Obat Praxion

Sebelum obat ini di perjual belikan dengan luas Kementerian Kesehatan menyatakan telah menerima laporan dua kasus baru gagal ginjal akut pada akhir Januari lalu. Kedua kasus ini telah dilaporkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Mereka juga live streaming melalui topg88 untuk mengajak yang lain agar bisa untung dengan pengumuman ini.

Syahril memastikan anak tersebut mengalami gagal ginjal akut setelah meminum obat praxion. Sementara satu kasus lagi terjadi pada anak berusia 7 tahun yang juga mengalami gejala demam. Namun Syahril tidak dapat menjelaskan obat apa merk yang telah anak itu konsumsi. Korban saat ini telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

BPOM Menghentikan Sementara Produksi dan Distribusi Obat Praxion

BPOM telah memberhentikan sementara produksi dan distribusi Obat Praxion. Dalam keterangan tersebut, para pimpinan menyatakan pihak perusahaan dan pemegang izin edar obat tersebut telah melakukan penarikan secara sukarela.

“Penarikan obat oleh BPOM, industri farmasi yang memikiki hak edar obat ini telah melakukan voluntary recall topg live (penarikan obat secara sukarela),” kata mereka.

Kronologi Kasus Gagal Ginjal Anak Terbaru 2023

Anak yang berumur satu tahun asal DKI Jakarta yang mengalami ganguan Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) atau gagal ginjal akut akhirnya meninggal dunia. Kasus ini bermula sejak anak tersebut mengalami demam pada 25 Januari 2023, dan kemudian diberi obat praxion yang dibeli mandiri di apotek.

Selang waktu tiga hari setelah mengonsumsi obat sirop tersebut, tepatnya pada 28 Januari 2023, gejala sakit pada anak tersebut semakin parah dan tidak bisa buang air kecil.

Menyikapi kejadian itu, sebagai bentuk perhatian BPOM meminta penghentian produksi serta distribusi obat praxion sampai investigasi atas kasus gagal ginjal akut pada anak di DKI Jakarta selesai. “BPOM telah mengeluarkan perintah pemberintian sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi pasien hingga investigasi selesai,” dikutip keterangan resmi BPOM pada Senin, 6 Februari 2023.

Sempat Dinyatakan Aman Oleh BPOM

100 Obat Praxion BPOM

Obat praxion sirop ini sempat masuk kedalam daftar obat yang aman di konsumsi yang telah dirilis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait kasus gagal ginjal akut pada anak.

Obat ini dirilis oleh BPOM terhadap obat praxion ini telah dikeluarkan pada 30 Desember 2022. Obat Praxion adalah obat yang bisa di konsumsi anak-ank dan diproduksi oleh PT Pharos Indonesia. Obat Praxion ini mengandung parasetamol yang dapat meringankan rasa nyeri dan demam ringan, dan dapat dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak.

Terdapat tiga jenis obat praxion, yaitu obat praxion Drops, obat praxion Suspensi, dan obat praxion Fonte. Hingga saat ini, ketiga obat tersebut saat ini masih tercantum dalam daftar obat sirup yang aman dikonsumsi sesuai aturan pakai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ditarik dari Peredaran Sementara

Hingga saat ini kasus ini masih berjalan, gagal ginjal akut pada anak telah selesai dilakukan, obat praxion ini telah di tarik dari peredaran. BPOM meminta PT Pharos Indonesia selaku produsen dari obat praxion ini untuk melakukan penarikan obat secara permanen dari pasaran.

“Terkait usulan penarikan obat sementara dari BPOM, industri farmasi yang memiliki izin jual beli obat tersebut telah melakukan pembicaraan (penarikan obat secara sukarela),” kata BPOM pada Senin, 6 Februari 2023.

Pihak BPOM juga sudah mengungkapkan akan segera melakukan pemeriksaan ulang terkait keamanan produk tersebut di laboratorium setelah mendengar kabar munculnya kasus baru gagal ginjal.

Obat ini telah di uji sesuai dengan aturan Farmakope Indonesia edisi VI suplemen II. BPOM telah mengklaim bahwa berdasarkan hasil uji lab internal bahwa produk ini masih memenuhi spesifikasi Farmakope Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *